Jakarta, 6 Mei 2026 – Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Muhammad Abdimaludin, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai ruang refleksi bersama dalam memperkuat persatuan dan menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan pasca reformasi.
Dalam keterangannya, Muhammad Abdimaludin menilai pemerintah, TNI, Polri, mahasiswa, serta elemen masyarakat sipil perlu duduk bersama membangun dialog nasional guna membahas berbagai tantangan bangsa, termasuk persoalan yang berkaitan dengan kasus-kasus kerusuhan dan konflik sosial di masa lalu.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bahwa bangsa ini dibangun melalui semangat persatuan dan dialog. Karena itu, kami mendorong agar pemerintah, TNI, Polri, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat dapat duduk bersama membahas berbagai persoalan bangsa pasca reformasi,” ujar Muhammad Abdimaludin.
Ia menegaskan bahwa penyelesaian berbagai persoalan sejarah bangsa membutuhkan pendekatan yang mengedepankan musyawarah, keterbukaan, supremasi hukum, dan rekonsiliasi demi menjaga keutuhan nasional. Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal proses demokrasi agar tetap berjalan sehat dan konstruktif.
Muhammad Abdimaludin juga berharap ruang komunikasi antara negara dan masyarakat semakin diperkuat guna menghindari polarisasi serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara. Ia menilai dialog kebangsaan menjadi langkah penting untuk mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang belum terselesaikan.
“Mahasiswa hadir sebagai bagian dari kekuatan moral bangsa. Kami ingin mendorong terciptanya dialog yang sehat demi menemukan jalan keluar terbaik bagi kepentingan nasional dan masa depan demokrasi Indonesia,” tambahnya.
BEM FH Universitas Bung Karno berharap semangat Harkitnas dapat mempererat sinergi seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat demokrasi, serta mewujudkan Indonesia yang adil, damai, dan bersatu.
