FKUB Metro Imbau Orang Tua Selektif Memilih Sekolah dan Pesantren Cegah Radikalisme

Ketua Fkub Kota Metro Dr. Sujino
Ketua Fkub Kota Metro Dr. Sujino

METRO – Upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan lembaga pendidikan.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, orang tua diharapkan semakin selektif dalam memilih sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren agar anak memperoleh pendidikan yang moderat, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.

Menanggapi hal tersebut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Metro mengimbau para orang tua agar memastikan lembaga pendidikan yang dipilih memiliki legalitas yang jelas, rekam jejak yang baik, serta berkomitmen menanamkan nilai-nilai agama yang moderat, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua FKUB Kota Metro, Dr. Sujino, yang juga tokoh Muhammadiyah, menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.

Oleh karena itu, orang tua perlu memastikan lembaga pendidikan yang dipilih memiliki legalitas yang jelas, rekam jejak yang baik, serta berkomitmen menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, karakter kebangsaan, dan cinta tanah air.

“Memilih sekolah dan pondok pesantren bukan semata-mata mempertimbangkan kualitas akademik, tetapi juga memastikan lembaga tersebut mampu membentuk generasi yang berakidah lurus, berakhlak mulia, menghargai keberagaman, serta memiliki komitmen yang kuat terhadap Pancasila dan NKRI,” ujar Sujino.

Sementara itu, Wakil Ketua FKUB Kota Metro, Syahro, M.Ag., yang juga tokoh Nahdlatul Ulama (NU), mengatakan bahwa pendidikan agama harus menjadi sarana menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, memperkuat moderasi beragama, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta memperkokoh persatuan bangsa.

“Orang tua harus cermat dalam memilih lembaga pendidikan. Pastikan kurikulum, tenaga pendidik, sistem pembinaan, serta legalitasnya jelas sehingga anak memperoleh pendidikan yang benar dan tidak mudah terpapar paham yang bertentangan dengan nilai-nilai agama maupun kebangsaan,” katanya di Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Selasa (21/7/2026).

Menurut FKUB Kota Metro, sekolah, madrasah, dan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, religius, serta memiliki integritas kebangsaan.

Karena itu, sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah harus terus diperkuat agar proses pendidikan mampu melahirkan generasi yang cerdas, toleran, dan berkomitmen menjaga persatuan serta keutuhan bangsa.

FKUB Kota Metro berharap masyarakat semakin bijak dalam menentukan pilihan pendidikan bagi anak. Selain memperhatikan mutu akademik, orang tua juga diharapkan memastikan lembaga pendidikan memiliki komitmen kuat dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat moderasi beragama, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di Indonesia.

Pos terkait