Bandung, 25 Mei 2026 – Pelaksanaan Pengukuhan dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) Se-Indonesia resmi digelar pada 20–24 Mei 2026 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan nasional tersebut mengusung tema “Menata Langkah Strategis Mahasiswa PTKIN dalam Mengawal Indonesia Emas 2045” sebagai pijakan utama dalam merumuskan arah gerak dan strategi kolektif mahasiswa PTKIN dalam menghadapi tantangan masa depan bangsa.
Rapimnas III menjadi forum konsolidasi nasional yang mempertemukan para pemimpin mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Sebanyak 58 kampus PTKIN turut berpartisipasi, terdiri dari perwakilan Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), hingga Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).
Pelaksanaan pembukaan yang dimulai pada 20 Mei 2026 menjadi momentum penyatuan gagasan dan arah perjuangan mahasiswa dalam merumuskan kebijakan strategis organisasi. Selain menjadi wadah penguatan sinergi antarkampus, forum tersebut juga menjadi ruang pembahasan sejumlah agenda penting, termasuk Garis Besar Haluan Aliansi (GBHA) dan pengukuhan kepengurusan baru.
Rapimnas III juga menegaskan komitmen Aliansi DEMA PTKIN dalam mendukung program pengabdian masyarakat melalui kolaborasi bersama pemerintah. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah keterlibatan mahasiswa dalam program sosial nasional, termasuk rencana implementasi program Sekolah Rakyat.
Sebelum pelaksanaan Rapimnas, rangkaian kegiatan diawali melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang telah diselenggarakan di berbagai zona sebagai tahapan konsolidasi dan penguatan aspirasi daerah.
Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah narasumber dan tokoh dari berbagai instansi, di antaranya Irjen Pol. Nanang Rudi Supriatna, S.H., M.H. selaku Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri, Hamdan Hamedan selaku Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Publik/Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Iwan Nuryan, Willy Wiradhika, serta Husnul Qodim.
Dalam sambutan dan pemaparan yang disampaikan, para tokoh menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa sebagai motor penggerak perubahan dan pembangunan bangsa. Mahasiswa PTKIN diharapkan mampu membangun gerakan yang terstruktur, berintegritas, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, forum ini juga menyoroti pentingnya menyiapkan generasi kepemimpinan masa depan yang memiliki kapasitas intelektual, moralitas, dan komitmen kebangsaan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif, serta mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi positif yang memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan dunia pendidikan.
Kami juga mengajak seluruh peserta untuk tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan pandangan, serta mengedepankan nilai-nilai intelektualitas, etika, dan tanggung jawab dalam setiap proses diskusi maupun pengambilan keputusan.
Rapimnas III Aliansi DEMA PTKIN Se-Indonesia diharapkan dapat menghasilkan rumusan langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian dan kolaborasi lintas sektor.
Adapun tujuan kegiatan tersebut, sebagai berikut :
1. Melantik kepengurusan DEMA PTKIN SE-INDONESIA.
2. Membangun konsolidasi dan sinergi gerakan mahasiswa PTKIN.
3. Menyusun arah gerak dan strategi nasional DEMA PTKIN SE-INDONESIA.
4. Mempererat silaturahmi antar DEMA PTKIN SE-INDONESIA.
5. Menghasilkan rekomendasi sikap dan gerakan mahasiswa PTKIN terhadap isu nasional.
Sambutan Demisioner Koordinator Pusat DEMA PTKIN :
Sebagai demisioner Korpus DEMA PTKIN, saya merasa bangga dan haru dapat kembali hadir di tengah forum perjuangan mahasiswa PTKIN se-Indonesia. Rapimnas bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang kaderisasi pemikiran, ruang konsolidasi gerakan, dan ruang lahirnya gagasan besar untuk masa depan bangsa dan umat.
Perjalanan organisasi ini tentu tidak selalu mudah. Banyak dinamika, tantangan, bahkan perbedaan pandangan yang pernah kita lalui bersama. Namun justru dari proses itulah kita belajar bahwa organisasi mahasiswa harus tetap berdiri di atas nilai intelektualitas, persatuan, independensi, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
Saya berharap kepengurusan hari ini mampu menjaga marwah gerakan mahasiswa PTKIN sebagai gerakan moral dan intelektual yang tetap kritis terhadap persoalan bangsa, namun tetap mengedepankan etika, dialog, dan solusi.
Sambutan Koordinator Pusat DEMA PTKIN :
Atas nama Korpus DEMA PTKIN, kami mengucapkan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh delegasi mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia yang telah hadir dalam forum nasional ini.
Rapimnas merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa PTKIN, menyatukan visi perjuangan, serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan. Di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga menjadi pelopor perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, solusi, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Kami juga berharap Rapimnas ini mampu memperkuat solidaritas antar kampus PTKIN se-Indonesia, mempererat ukhuwah, serta membangun budaya organisasi yang progresif, inklusif, dan berintegritas. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh panitia pelaksana, tuan rumah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.





